- Dorong Orang Tua Melek Gizi, Alfamidi Gelar Edukasi Nutrisi Anak
- DPRD Pastikan Peserta BPJS PBI Aman, Andri Permana: Warga Kota Tangerang Tak Perlu Panik
- Wakil Ketua I DPRD, Andri : Pembinaan Basket Berbasis Kolaborasi Jelang Porprov Banten 2026
- Turidi Hadiri Milad HMI Ke-79
- Ketua DPRD Hadiri Tangerang Bersholawat
- Perangi Darurat Sampah, DPRD Dukung Aksi Gerakan Indonesia Asri di Kota Tangerang
- DPRD Kota Tangerang Dorong Percepatan Pemulihan Kerusakan Ruas Jalan
- Matangkan Persiapan Porprov 2026, Perbasi Kota Tangerang Perkuat Pembinaan dari Sekolah hingga Rumah
- Diduga Jadi Korban Kelalaian Petugas Palang Pintu KA, Kuasa Hukum Korban Akan Tuntut PT KAI dan PT KCI
- Asthara Skyfront City terus menunjukkan komitmennya sebagai kota modern masa depan
Korban Arisan Dan Investasi Kembali Mediasi, Namun Belum Ada Titik Temu

Keterangan Gambar : Para korban investasi bodong
kannalniaga.com, BEKASI- Korban arisan dan investasi bodong dipertemukan dengan terlapor atas nama DRU (28) di kantor RW 18 kelurahan Duren Jaya, Bekasi Timur pada Kamis (18/05/23).
Hilda (28), Salah satu korban yang ikut dalam pertemuan itu menuturkan bahwa ia meminta kejelasan mengenai tanggung jawab DRU selaku admin dalam arisan dan investasi cuan itu.
Namun, ia merasa kecewa karena dalam pertemuan itu tidak menemui titik temu. Terduga pelaku juga membawa pengacara, sehingga pengacara itu yang lebih banyak berbicara.
Baca Lainnya :
- Sekilas Tentang Museum Kebangkitan Nasional0
- Wisata Kuliner Menyenangkan di Kawasan Taman Elektrik Kota Tangerang0
- Rasakan Sensasi Pedas Seblak Petir Nuraeni di Jakarta Barat0
- Lapar di Tengah Malam, Ada Bubur Kacang Hijau Garuda Buka 24 Jam0
- Lemari Es Panasonic Dilengkapi Teknologi Prime Fresh Freezing0
“Pertemuan gak ada titik temu penyelesaian, Sanggup hanya sampai 70 juta aja, gak disebutkan emang hanya aset pribadi aja atau ada barang yang dijual,” ungkap Hilda kepada media.
Hilda juga mengungkapkan bahwa pihak kuasa hukum DRU ini juga lebih banyak memberikan argumen terkait dengan mediasi yang sedang berjalan kemarin.
“Jujur klien kami tidak bisa karena uang klien kami tidak mencukupi, lalu dia bilang punya uang segitu,” kata Hilda menirukan ucapan kuasa hukum DRU.
Dalam pertemuan itu, ada 14 orang yang diduga korban hadir. Mereka datang dari Jakarta Timur dan Bekasi. Pertemuan dimulai pukul 15:30 wib hingga 17:00 wib didampingi Bhabinkamtibmas, pengurus RW serta Babinsa setempat.
Dalam pertemuan itu, intinya permasalahan arisan dan investasi bodong ini tidak menemui titik terang. Selanjutnya para korban bertekad akan melanjutkan kasus itu hingga selesai.Han











